Sunday, May 15, 2016

Test Ride All New Satria F150 Injeksi, Ayago Bertenaga Badak ! Sonic 150c ,Vixion 150c,CBR 150c. Lewat!!!!

Apa hubungan Ayago (ayam jago) dengan Badak ? Well, Nggak usah dibahas lah, Nggak nyambung juga… Itu cuma penggambaran bagaimana Performa All New Satria F150 Injeksi yang “berbadan” Ayago, Tapi “letupan tenaganya” Guedeee bak Badak siap nyeruduk ! Anyway, Ada yang udah pernah diseruduk badak ? Kalau belum, Bayangin aja deh sendiri… Atau kalau penasaran mau test seruduk juga boleh, wkwkwk #kidding. . .
Nah, Setelah kita bahas seputar Info Detail beserta Kelebihan & Kekurangan Fisik All New Suzuki Satria F150 Injeksi… Kali ini, Yuk kita bahas seputar bagian yang pastinya paling ditunggu oleh Bro & Sist sekalian, Yakni seputar Impresi Mesin & Performa Satria FU Injeksi Terbaru 2016 ini. . . Nggak usah kelamaan lagi, Langsung aja yuk kita bahas, Cekdiot !!

Impresi Mesin All New Satria F150 Injeksi


All New Suzuki Satria F150 Injeksi

Namanya juga Blogger, Nggak seru rasanya kalo nggak “usil” ke mesin terbaru yang katanya sih superpower ini… Wkwkwk. . . So, Bareng Mang Vandra MMBlog & Wak Haji Taufik TMCBlog, EA’s Blog sempat geber-geber All New Satria F150 Injeksi sampai redline – yang ternyata sempat bikin geleng-geleng juga. . . Gimana nggak, Ini motor termasukbrutal juga euy, buat ukuran mesin 150 cc standar “masa kini” ! Nggak terasa pengiritan redline, Nggak ada lagi limit sana-sini, Nggak ditemui juga batuk-batuk di 10.000 RPM… Mesin ini bakal membahagiakan karakter “purist” seperti EA’s Blog, yang demen motor berkarakter RPM Tinggi dengan power yang meledak-ledak di kitiran atas. . . Trust me !
Putaran mesin dari 5.000 – 7.000 RPM masih terasa sangat rileks ! Serasa bawa motor lagi nyantai sambil ngupil pakai satu tangan… Getaran baru agak terasa di 8.000 RPM, dan terus naik ke 10.000 RPM tanpa ada gejala batuk-batuk nggak jelas ! Lewat dari Redline di 11.500 RPM, Kemudian terus naik hingga mentok di 13.000 RPM ! You know whatItu tandanya grafik bar di RPM-Meter All New Satria F150 Injeksi mentok sementok-mentoknya !! Kebayang kan kalau ganti ECU Racing dengan limiter yang lebih tinggi ?? Mungkin speedometernya bakal ngamuk dan menuliskan “Woy Bro, Udah Mentok Woyy !!“,wakakakak. . . Intinya, Karakter Mesinnya Gokil !! Sekali lagi, Cocok buat para “Purist” layaknya EA’s Blog, ataupun mantan user DOHC Overbore yang pernah “dikecewakan“. . .


Suara mesin All New Satria F150 Injeksi saat idle dan digeber gimana tuh Kang Eno ? Senyap ! Super Smooth khas trah mesin DOHC Overbore, plus Liquid-Cooled. . . Malah, Knalpotnya tuh yang rada “bawel“, Alias suaranya rada “garing-garing-cempreng” gitu deh… Udah mah knalpotnya nggak dichrome, Cempreng pula ! wkwkwk😀
Kalau dibanding Impresi Mesin New Sonic 150R, Gimana Kang Eno ? Jelas, Sonic 150R cuma unggul di lebih senyap saja… Getaran di Sonic sudah terasa di 6.000 RPM dan terasa ada “limit” yang menahan di redline nya yang cuma 9.500 RPM. . . Itu berarti, Mesin All New Satria F150 Injeksi (dalam kondisi standar) berada sekelas diatas sang Kompetitor. . .


Feeling Ergonomi & Starter All New Suzuki Satria F150 Injeksi



All New Suzuki Satria F150 Injeksi

Naik ke atas motornya, Lho koq berasa seperti naik Satria ?? Dan saya pun lupa kalau yang lagi dinaiki memang adalah Satria F150… Hanya saja, Ini yang versi Injeksi. . . Artinya, Ergonomi All New  Satria F150 Injeksi ini nggak banyak berubah koq dibanding edisi lawas, Masih khas dengan karakter Ayago nya yang agak nunduk & sporty buat yang berpostur layaknya EA’s Blog (175 cm, “Up to” 80 Kg). . . Setangnya enteng, Motornya juga ringan banget buat digoyang kiri-kanan… Bak penyanyi dangdut yang dapet saweran duit 100 ribuan, Digoyang sampe pagi, Hobbaahh !! Wkwkwkwk. . .
Setangnya, Footstepnya, Ergonominya, Feelnya, Seperti biasa, Terasa ciamik untuk digunakan sehari-hari di perkotaan yang kepadatannya luar biasa… Tapi, Mau dipakai sedikit “ngalay” saat jalanan sepi juga mantep koq ! Nggak se-nyusahin bawa ZED si Kawasaki Z250SL misalnya, Yang meskipun lincah, Tapi tetap terasa agak berat (148 Kg) dan ergonominya terlalu sporty. . . Multifungsi lah pokoknya, Khas trah Klan Ayago yang asiknya, Tak dihilangkan dari All New Satria F150 Injeksi. . .

Putar kunci kontak ke posisi On, Sapaan “FU 150 Ready” pun menyapa… Sekali pijit elektrik starter, Mesin langsung nyala euy ! Dengan deburan suara knalpot rada garing yang menyapa telinga. . . Oiya, EA’s Blog sempat tes juga koq Kick Starter All New Satria F150 Injeksi ini… Dan ternyata kompresi mesin yang rada tinggi itu, berpengaruh juga ke “starter engkol” nya yang memang jadi agak berat. . . Seberat apa ? Yang jelas, Nggak terlalu nyusahin kayak kick-starter moge jadul koq… Masih bisa ditoleransi intinya, Hanya sedikit lebih berat aja. . . Kalau ada Fansboy Suzuki yang berkata : Yaelah, Kan sudah ada elektrik starter yang tipe 1-Push itu Kang Eno ?? Ya terserah sih, Saya cuma penasaran aja koq. . .


Tes Performa All New Satria F150 Injeksi !



All New Suzuki Satria F150 Injeksi 19

Oke, Sampailah kita ke sesi pamungkas, Yaitu Tes Performa All New Suzuki Satria F150 Injeksi yang diklaim punya Power terbesar diantara motor 150 cc… Pertanyaan nya :Benarkah demikian Kang Eno ??
Saya berani bilang YA ! Jika kita tidak menyertakan motor 150 cc 2-Tak & 150 cc 4-Tak dari masa lalu layaknya Sang Kakak, Suzuki FXR150… Masuk gear 1, dan putar sedikit throttlenya, Power yang sangat smooth namun terus “ngisi” menyapa adrenalin EA’s Blog. . . Performa saat digeber gear 1-2-3-4 sungguh terasa luar biasa untuk ukuran motor 150 cc… Sahut-sahutan power antar gearnya mantap, Terus ngisi tanpa ada indikasi power drop ! 100 – 110 Km/h ?? Cuma sampai gigi 3 naik ke 4 malahan. . . Topspeednya dapet berapa Kang Eno ? Kalau yang saya lihat di speedometer saat straight Sentul, Tembus 136 Km/h dengan sangat mudah di gear 5 (Maaf, Saya belum punya gopro euy, Aku mah apa atuh) ! Sayang, Gigi 6 nya sepertinya cuma digunakan sebagai penyetabil RPM semata (baca : overdrive)… Power yang sesungguhnya keluar maksimal di gear 5. . . Feelingnya :Warning, Bikin Ketagihan Nyentulll !!


Tapi, Itu kan di Sirkuit Kang Eno, Gimana sih kira-kira kalau powernya kita “terjemahkan” ke jalan raya ?? Nah tenang, Di beberapa spot EA’s Blog sempat mencoba keluar masuk tikungan menggunakan gear 3 (yang harusnya drop ke gigi 2) dengan speed yang cukup rendah sekitar 40-50 Km/h, Gimana hasilnya ?? Gokil ! Ini motor bener-bener cuma terasa sedikit “ngeden” nya euy, Begitu RPM lewat 5000 (cuma sepersekian detik), Power langsung ngisi lagi seperti semula… Padahal bagi yang sering bawa motor berpiston gambot dengan stroke mungil mungkin sudah paham, Disinilah “penyakit bawaan” Mesin Overbore standar. . . Saya langsung terbayang bagaimana asiknya All New Satria F150 Injeksi ini saat gantung RPM di gear 2, Kemudian langsung gaspoll sampai Redline ! Wah, Pasti “feel” nya beneran asik banget deh tuh euy. . . Seandainya dibikin sport #huftt
Kalau dibanding ZED (Kawasaki Z250SL) gimana tuh Kang Eno ? Kan Power to Weight Ratio nya si Satria termasuk oke buat nandingin si ZED ?? Wah, Jauh Bro-Sist ! Jangan dibandingkan dengan ZED yang punya akselerasi & torsi tingkat tinggi, Meskipun harganya kini cuma 30 jutaan – Cuma pakai gear 1-2-3 pun dijamin Satria FU Injeksi sudah melambaikan tangan ke kamera (Asal nggak ketemu macet aja), wkwkwk. . . Kalau mau bandingkan, Tuh dengan Naked / Sportbike 150 cc yang harganya 30 Jutaan. . . Dibanding sportbike yang mendapat respect besar dari EA’s Blog karena karakter powernya yang mantap (Honda CBR150R K45), All New Satria F150 Injeksi bahkan masih unggul !! Sekarang sudah kebayang kan, Betapa asiknya performa ayago 150 cc yang satu ini ??



Well. . . Tuntaslah sudah pembahasan EA’s Blog tentang All New Suzuki Satria F150 Injeksi yang baru saja dirilis – Meskipun bocorannya sudah ada sejak lama. . . Kesimpulannya, Jika Brosist memang punya karakter berjiwa muda yang “speed-freak“, Serta Ingin motor 4-Tak dengan harga terjangkau plus angka Power-to-Price yang menggiurkan & Kualitas-Finishing-Detail yang mumpuni, Maka Satria FU Injeksi boleh dimasukkan ke list Recommended Bike ala EA’s Blog… Menggantikan CBR K45A yang sebelumnya masuk di list ini, Namun sayangnya sesaat lagi Discontinue. . . Tapi bila Bro-Sist sudah cukup berumur dan punya sakit pinggang yang nggak bisa ditolerir, Maka nggak ada salahnya menunggu kehadiran Sport 150 cc berbasis Satria Injeksi dari Suzuki. . . #NgomporinSuzuki ðŸ˜›

Saturday, May 14, 2016

Mau Mesin Kendaraan Awet Biasakan "Flushing" Sebelum Mengganti Oli Baru

Mengganti oli mesin sudah jadi kewajiban pemilik sepeda motor. Meski bisa dilakukan sendiri, tapi proses pergantian yang baik ada ritual khususnya, yakni pembilasan atau akrab disebut flushing.

Lalu apa fungsi dari flushing ? Salam Isadat, Technical Service Engineer Motul for Indonesia, mengatakan flushing penting dilakukan agar oli baru yang masih segar bisa bekerja dengan baik.

"Flushing penting dilakukan saat mengganti oli. Fungsinya untuk menjaga kualitas oli baru tetap maksimal dalam melakukan tugasnya. Untuk sepeda motor, biasanya flusing dilakukan dengan penyemprotan angin dari kompresor," ucap Salam kepada Otomania beberapa waktu lalu. 

Saat menguras oli dari lubang ventilasi di bawah mesin, bisa dipastikan tidak 100 persen semuanya keluar. Kondisi ini disebabkan adanya celah-celah di dalam mesin yang menampung oli, dan biasanya sudah terdapat endapan kotoran berupa gram-gram dari komponen mesin.


   Mengganti oli bisa dilakukan sendiri.


Bila tidak dikuras lebih dulu, oli baru yang dimasukan bisa langsung terkontaminasi dengan oli lama. Bila sudah demikian, kualitas pelumas yang baru akan berkurang. 

"Memang tidak harus setiap ganti oli, paling tidak setiap dua atau tiga kali saat akan menuang oli baru. Selain untuk menguras oli lama, dengan melakukan flusing juga bisa menjaga takaran pelumas sesuai ukuran mesin, artinya bisa mengurangi risiko kelebihan oli di dalam mesin," papar Salam.

Sunday, April 17, 2016

Motor Matik Tarikannya Lompat? Mungkin Ini Peyebabnya



Pernahkan Anda merasakan tarikan sepeda motor Anda seperti tiba-tiba loncat saat akselarasi awal? Gejala ini tentu sangat mengganggu, terutama jika sering melewati polisi tidur atau kemacetan. 

Lantas, apa masalah sebenarnya? Izas Ismail, Sevice Advisor Mitra Jaya Depok, dealerresmi Honda, mengatakan bahwa hal tersebut kemungkinan terjadi karena dua hal: kopling ganda, atau kotoran. 


"Biasanya karena kopling ganda sudah tipis, yaitu di bawah 1 mm. Bisa juga kotor di komponen CVT," ujarnya, saat ditemui awak Liputan6.com, Selasa (10/11/2015). 


Izas menjelaskan, biasanya kopling ganda yang tipis itu menimpa sepeda motor yang jarak tempuhnya telah 30 ribu km lebih. Sementara di motor-motor baru penyebab umumnya adalah bagian penggeraknya yang kotor.


Karena itu, Izas menyarankan agar pengguna motor matik untuk secara rutin mengecek kondisi komponen CVT atau menggantinya jika memang sudah waktunya. 

"Misalnya v-belt, itu sebetulnya harus diganti per 25 ribu km, sementara pengecekannya tiap 8.000 km," ujar Izas. "Kalau memang kotor, komponen yang dibersihkan itu mangkuk atau roller," tambahnya. 

Jika memang sudah rusak, maka pemilik sepeda motor perlu menyiapkan uang hingga raturan ribu rupiah. Di laman Astra Honda misalnya, harga v-belt Vario 125 dibanderol dengan Rp 139 ribu. Tentu ini belum termasuk biaya jasa.



Saturday, April 16, 2016

Cara Mematikan Motor yang Benar, Jangan Anggap sepele




Menjaga performa motor tidak hanya dengan melakukan servis atau perawatan rutin kendaraan. Namun cara mematikan mesin motor dengan baik dan benarpun dapat menjaga kondisi mesin motor tersebut.

"Kerusakan pada mesin motor dapat juga terjadi jika pengendara mematikan mesin motor disaat putaran mesin masih tinggi" kata Arief Pratono, Kepala bengkel Arief Jaya Motor dan Mobil di dibilangan Cilincing, di Jakarta, Minggu (13/3/2016).

Dalam hal mematikan mesin motor secara tergesah-gesah dapat berakibat buruk terhadap kesehatan mesin motor. Jadi, jangan pernah sepelehkan masalah simple dalam mematikan mesin motor

"Pada saat mesin berada dalam putaran tinggi, mesin pasti memerlukan pelumas (oli). Mesin akan kehilangan pelumas pada saat pengendara mematikan mesin" ucap Arief.

Mesin dalam putaran tinggi masih memiliki komponen yang mengembang, sehingga mesin dapat menjadi aus dan merusak pada setiap dinding silinder, Karenanya pengguna wajib mematikan mesin pada saat motor dalam putaran mesin tidak tinggi.

"Ada baiknya menunggu hingga mesin motor dalam kondisi normal, barulah kemudian putar kontak ke posisi off. Ini akan menjaga performa kendaraan

Metode Mengganti Ukuran Pelek Sepeda Motor


Sepeda motor memiliki banyak komponen penting, salah satu di antaranya adalah pelek dan ban. Kedua komponen ini juga sangat mempengaruhi keselamatan pengendara dalam berkendara. Oleh karenanya, memilih ukuran pelek harus sesuai dengan ban, begitu juga sebaliknya.
Umumnya pabrikan menciptakan ban dan pelek sesuai dengan bentuk motor. Untuk itu tidak dianjurkan untuk mengganti pelek dan ban di luar ukuran atau lebih kecil dari yang sudah ditetapkan oleh pabrikan.
Perlu diketahui, mengganti pelek ukuran kecil berarti mengganti ban yang juga berukuran kecil. Hal ini juga memberikan efek negatif saat berkendara. Lalu apa saja dampak yang ditimbulkan jika pemilik motor mengganti ukuran pelek atau ban jauh dari ukuran standar pabrik?
Dikutip dari Okezone, Ade Rahman, Assistant Manager Technical Training PT Daya Adicipta Motora (DAM), distributor sepeda motor Honda di Jawa Barat mengatakan, penggunaan pelek dan ban kecil atau cacing dapat menyebabkan kurang stabilnya kendaraan saat digunakan, khususnya ketika berbelok atau dipacu dalam kecepatan tinggi. Ban kecil juga kurang bisa menahan berat pengendara secara maksimal. Selain kurang stabil saat dikendara, motor yang memakai roda kecil sangat sulit dikendalikan saat melintas jalan basah.
“Pada dasarnya ban motor berfungsi mengendalikan laju sepeda motor. Roda depan berfungsi untuk membelah debu atau air ketika kondisi hujan atau jalan basah dan roda belakang berfungsi untuk mencengkram jalan atau meneruskan tenaga dari mesin. Sehingga penggunaan ban kecil atau modifikasi yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan menyebabkan fungsi dasar dari ban akan sangat berkurang dan berisiko terhadap keselamatan berkendara. Selain itu performa dari sepeda motor akan berkurang,” ujar Ade.
Ade menambahkan, jika ingin mengubah ukuran ban, pemilik motor dapat upgrade sedikit ke ukuran yang lebih besar. Misalnya, dari ukuran 90/80 menjadi 100/80 atau 100/70. Dengan demikian perbandingan antara tinggi dan lebar ban tidak terlalu jauh. Selain itu performa dan keamanan selama berkendara masih terjaga.

Hilangkan Suara Berdecit pada Skutik




Kejadian yang mungkin pernah dialami oleh semua pengguna motor skutik adalah suara berdecit yang keluar dari CVT (Continuously Variable Transmission) saat mulai membuka gas. Tapi, seiring berjalan, suara itu hilang. 

Decitan seperti suara tikus tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah kampas kopling yang aus. Suara yang keluar saat mulai menjalankan motor terjadi karena kampas yang aus tersebut slip saat berakselarasi. 

Suara tersebut bahkan bisa lebih keras karena terdapat dua lapisan di bagian rumah kopling yang berguna sebagai pendingin. 

Kampas yang aus dicirikan melalui warnanya yang mengkilap dan bentuknya yang keras. Pada Yamaha Mio misalnya, kampas yang aus terlihat saat sudah tidak ada lagi lapisan rem yang mencegah timbulnya suara berdecit. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, caranya sebetulnya cukup mudah. Bahkan, jika peralatan tersedia Anda bisa melakukannya sendiri. Pertama, buka CVT, baik mangkuk dan kampas koplingnya. Jika sudah dibuka, maka gosok permukaan luas kampas menggunakan sikat kawat atau amplas agar kasar. 

Pada Yamaha Mio, caranya dapat juga dengan mengisi ulang lapisan lem. Gunakan lem besi dan lapisi dengan lebar sekira 0,5 cm. 

Baik menggosok atau melapisinya dengan lem, keduanya bertujuan membuat kampas kopling kembali 'menggigit' agar suara berdecit hilang. 

Terakhir, bersihkan juga mangkuk kopling. Sebab, penyebab lain dari bunyi berdecit adalah karena mangkuk kopling kotor. Bersihkan bagian ini dengan amplas halus tanpa ditekan. Sebentar saja, setelah itu langsung semprot menggunakan kompresor.

Friday, April 15, 2016

Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Xabre di Mata Pemodifikasi













Produk terbaru segmen sport 150cc yang baru diluncurkan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Xabre, cukup menyita perhatian. Salah satu yang membuat sepeda motorsport naked ini menarik adalah desain bodi.


Ariawan Wijaya, pemodifikasi profesional yang juga pemilik bengkel Baru Motor Sport (BMS) mengatakan, desain motor ini memperlihatkan kesan futuristik. Nampaknya sepeda motor ini dirancang untuk anak muda yang doyan modifikasi.

"Pertama saya lihat yang terbayang langsung konsep desain sepeda motor ini futurisrik. Selain itu, sepeda motor ini juga tampak mudah dimodifikasi. Cukup memfasilitasi pemuda yang memiliki hobi seperti itu," ujar Ari.

Ari melanjutkan, yang juga membuat sepeda motor Xabre menarik, yaitu diaplikasikannya suspensi upside down. Suspensi seperti itu biasa digunakan para pemodifikasi, ketika meng-customsepeda motor.

Upside down biasanya jadi komponen wajib yang diganti ketika melakukan modifikasi . Namun, pada Yamaha Xabre, ini sudah disediakan, jadi tidak perlu lagi membuang dana untuk membeliupside down. Jadi uangnya bisa digunakan untuk membeli bahan modifikasi lain,” ujar Ari.
Kekurangan
Meski begitu, lanjut Ari, ada sedikit beberapa kekurangan yang ada pada Yamaha Xabre, salah satunya yaitu tidak ada celah untuk pemasangan frame slider (atau pelindung body).
“Saya tidak melihat ada celah untuk memasang frame slider, padahal itu penting untuk menjaga body Xabre. Jadi kalau sepeda motor jatuh bodi tidak terbentur langsung ke aspal,” ujar Ari.
Kemudian, kata Ari, bagian yang sedikit melemahkan keagresifan Xabre, yaitu bentuk knalpotnya. “Jadi kalau ada yang memiliki Xabre, salah satu yang wajib diganti yaitu knalpot,” ujar Ari.