Friday, April 15, 2016

26.000 Akun Twitter ISIS Diblokir, 21.000 Akun Baru Muncul



Sudah berbulan-bulan lamanya Twitter berusaha menghapus akun yang menyebarkan propaganda terorisme Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di platform mereka. Namun, kelompok teror tersebut tak mau kalah dan membalas membuat puluhan ribu akun baru.



Twitter sebenarnya tak sendirian. Ada sejumlah peretas, Facebook, serta YouTube yang sama-sama berusaha menutup berbagai akun penyebar propaganda ISIS. 

Usaha ini setidaknya membuat akun-akun terorisme tersebut hanya hidup dalam waktu singkat, seperti dalam hitungan jam.

Namun, kini mereka mulai membalas usaha pemblokiran propaganda itu, khususnya di Twitter. Para pendukung ISIS membalas penutupan akun dengan membuat akun baru yang tak kalah banyak.

Seperti dilansir dari The Wall Street Journal, Jumat (14/4/2016), pada Maret lalu Twitter mengklaim telah berhasil menghapus lebih dari 26.000 akun yang diduga mendukung propaganda ISIS.

Jawaban dari ISIS adalah meningkatkan kecepatan mereka membuat akun baru. Pada September 2015, dalam hitungan satu bulan, diketahui ada 7.000 akun Twitter yang dibuat ISIS.

Jumlah tersebut pada Maret ini justru semakin naik drastis. Total ditemukan lebih kurang 21.000 akun Twitter pendukung propaganda ISIS yang baru saja dibuat.

Sebelumnya, dalam keterangan di blog resmi Twitter disebutkan bahwa layanan microblogging itu sangat mengutuk terorisme. Mereka juga mengumumkan sudah menghapus lebih kurang 125.000 akun bernuansa terorisme sejak medio 2015.

“Sepanjang sejarah, baru ISIS saja yang dengan dinamis dan efektif menyebarkan pengaruhnya ke seluruh dunia,” komentar Micaherl S Smithh II, Chief Operating Officer konsultan keamanan Kronos Advisory, yang turut memantau aktivitas ISIS.

Tampaknya ISIS sedang mengejek pernyataan tersebut. Kelompok teroris itu menyebarkan sebuah video yang berisi ejekan terhadap upaya Twitter dan Facebook. Di akhir video terdapat tulisan, “Cuma itu yang bisa kalian lakukan?”

sumber : kompas
Previous Post
Next Post

0 Comments: