Saturday, April 16, 2016

Tips Melakukan Engine Brake Dengan Benar



Jika tempat yang anda tuju memiliki jalur menurun yang panjang dan berulang, maka sistem pengereman mobil harus dalam kondisi optimal. Tak hanya itu, anda juga dituntut untuk dapat menggunakan fitur menahan laju kendaraan dengan memanfaatkan putaran mesin atau lazim disebut dengan engine brake. Apalagi jika mobil anda memiliki muatan yang cukup berat dan perjalanan menurun yang panjang. Dengan cara ini, maka beban pengereman tidak akan ditanggung secara penuh oleh rem mobil anda.
Beban pengereman yang terlalu berat akan membuat sistem rem menjadi panas secara berlebih. Hal tersebut dapat mengakibatkan rem menjadi kurang responsif atau bahkan blong. Hal tersebut tentu berbahaya untuk perjalanan anda. Oleh karena itu, ada baiknya anda mempelajari cara melakukan engine brake dengan benar untuk mobil dengan transmisi manual ataupun transmisi otomatis.

Cara Engine Brake Mobil Manual

Untuk mobil dengan transmisi manual, engine brake dapat dilakukan dengan cara menurunkan posisi transmisi ke posisi yang lebih rendah. Namun sebelum itu, perlu diperhatikan untuk menurunkan posisi transmisi secara bertahap agar tidak menimbulkan kerusakan mesin. Selain itu, perhatikan pula putaran mesin yang sedang berjalan agar mesin tidak terhentak secara mendadak. Umumnya, engine brake dapat dilakukan saat putaran mesin berada di kisaran 3.000 rpm. Untuk mengurangi laju kendaraan dan putaran mesin, kita terlebih dahulu dapat melakukan pengereman terlebih dahulu.

Cara Engine Brake Mobil Matic

Secara prinsip teori, engine brake pada mobil matic juga dilakukan dengan melakukan down shift sama seperti pada mobil manual. Untuk transmisi yang memiliki fitur over drive atau O/D, anda dapat menontaktifkan fitur tersebut untuk dapat menurunkan posisi transmisi. Hanya saja, engine brake yang diperoleh tidak terlalu signifikan.
Untuk engine brake mobil matic yang tidak memiliki pilihan over drive, anda dapat langsung menurunkan posisi transmisi dari D ke 3, 2 atau juga posisi L. Namun yang perlu diperhatikan sama seperti mobil manual, rpm mesin harus dalam posisi yang tepat saat melakukan down shift. Umumnya, transmisi dapat dipindah saat rpm tidak berada pada red line. Jika tidak, maka mobil akan mengentak dan terasa kurang nyaman.
Beberapa mobil dengan transmisi otomatis terbaru biasanya sudah dilengkapi dengan fitur yang dapat melakukan engine brake secara otomatis saat melalui jalanan menukik atau menurun. Contohnya saja fitur Grade Logic COntrol yang terdapat pada mobil Honda dengan transmisi otomatis. Fitur ini tentu sangat bermanfaat untuk melakukan engine brake tanpa harus direpotkan mengganti tuas perseneling sendiri.
Previous Post
Next Post

0 Comments: